Ucapan valentine 14 Feb 2010

kimangli : valentineHari-hari ini adalah hari yang begitu kental dengan suasana valentine.. Katanya seah hari kasih sayang.. Momentum yang -juga katanya- sangat ditunggu bagi siapapun yang lagi terbuai oleh cinta.. Hari kasih sayang (beuh)..
Dalam catatan ini,kami tidak membicarakan tentang apa itu hukum valentine dari kacamata yurispridensi islam.. Namun kami ingin melihat dari sudut lain.. Sebagai muslim,tentu kita dituntun untuk memiliki kepribadian yang ekselen,yang berbeda dengan yang lain,dan Rosul kita,dulu teramat gigih mendidik ummatnya dalam hal ini. Men-drill kita untuk menjadi diri kita sendiri yang memiliki rasa konfiden yang tinggi. Sebuah mental yang sanggup menggetarkan bahkan menguasai dunia dalam kurun waktu berabad-abad.
Namun kini? Kepribadian itu seolah hilang. Kita sangat mudah sekali mengikut apapun yang muncul dari amrik dan eropa,dalam apapun,dalam segala hal,bahkan tak kami pungkiri,dalam ber-facebook ini juga.
Jauh hari Rosul telah memprediksi, bahwa kita akan sungguh benar-benar mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kita,sejengkal demi sejengkal,sedepa demi sedepa. Bahkan andai mereka masuk lubang kadal sekalipun,pasti kita mengikutinya. Saat para sahabat bertanya,apakah kita bakal mengikut kebiasaan orang-orang kristen dan yahudi? Dengan sederhana beliau S.a.w menjawab, “lantas siapa lagi???”
Sebuah realita yang benar-benar terjadi di depan kita. Ga ngikut mode dan tren,ga keren. Kalimat garing yang nyaring diteriakkan tepat di kendang telinga kita. Kita mengaku muslim,bangga bahwa kita islam,tapi apapun yang mereka lakukan dengan mudahnya kita ikuti. Bahkan meski tidak mengikut pun,di hati kecil kita pun sempat saja terbersit keinginan untuk mengikuti. Pengin valentinan ah..
Tanpa kita perlu melihat apa itu sejarah valentine,bahkan tanpa harus melihat agama,dalam budaya kita pun kita tidak mengenal tradisi seperti itu. Setidaknya minimal kita kalah 2-0.. Kita kehilangan kepribadian sebagai bangsa indonesia, dan kita kehilangan kepribadian dan ekselensi seorang muslim. Kita layaknya kerbau yang dicokok cingurnya.
Akhir catatan,jika telah tahu bahwa kita sekarang kaya kerbau, apakah tidak ada usaha sedikitpun dari kita untuk membebaskan diri dari kekerbauan kita. Oke,silahkan bervalentine ria,tapi ingat,status kita bukan manusia.. Namun……. Akal dan nurani kita yang menjawab 🙂 Wallahu a’la

kimangli : bengkel jiwa

sumber : group fb Bengkel Jiwa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s