Bila HATI Baik, Perilaku turut Baik

kimangli : bila hati baik perilkau ikut baik

Baiknya amal merupakan hasil sebaiknya keadaan hati. Baiknya keadaan hati merupakan tanda bahwa hati itu mendapat cahaya ketuhanan.

Hati itu penuh dengan keajaiban. Tak seorangpun tahu keajaiban hati hamba-Nya. Meskipun demikian sebenarnya keadaan hati itu bisa dinilai dari amal yang dikerjakan. Setiap gerak perbuatan dan lisan seseorang, maka itulah cerminan keadaan hatinya. Jika hati baik, amal pun mencerminkan kebaikan. Jika hati dekil, penuh kotoran maka amal cenderung kepada sesuatu yang buruk dan rendah.

Begitupun ketikan kita menghadapi sesuatu permasalah/persoalan, ketika hati kita menikmati atas masalah atau persoalan itu kita dapat berpikir jernih. Dan akan lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Lain halnya ketika hati kita dalam keadaan kacau, dipenuhi rasa emosi dan saat perasaan yang tidak dapat menerima kenyataan maka kita akan sulit mengahadapi persolan itu.

Bagaimanakah seharusnya? Apa yang harus kita lakukan ? jawabannya adalah diri kita sendiri dalam menanggapi permasalahan itu. Cobalah dengan pikiran yang dingin jangan hanya mengandalkan perasaan. Insya Allah pasti berhasil. Survey peraih nominasi peringkat di SMK di jawa tengah  menyatakan dalam belajar tidak akan  dilakukan sebelum hatinya merasa damai dan tenang dan sudah mempunyai niat/motivasi. Apabila kita mencoba memaksakan belajar dalam keadaan tidak tenang serta kegelisahan maka materi yang masuk sangatlah sedikit.

Namun bagi kaum awam yang merasa IQ nya tidak terlalu tingggi (standar) awalnya perlu dibiasakan/dipaksakan metode belajar. Emang awalnya kebiasaan baik itu sangatlah sulit, namun ketika kebiasaan itu sudah membentuk kita maka akan terasa indah rutinitas kita.

kimangli : kebaikah hatiKembali lagi pada hati yang baik. Rasulullah melalaui hadist Qudsi bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan, kemudian membuatnya terang. Barang siapa bermaksud mengerjakan kebaikan kemudian tidak dikerjakan, Allah mencatat sebagai suatu kebaikan yang sempurna. Jika niat itu dikerjakan, maka Allah mencatatnya nilai kebaikan itu berlipat 10 kali sampai 700 kali, bahkan sampai berlipat banyak. Sedangkan jika ia mempunyai niat melakukan perbuatan buruk tetapi tidak dikerjakan, maka Allah akan mencatat suatu kebaikan yang sempurna. Namun jika niat itu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai suatu kejahatan.”

Sekali lagi ditekankan bahwa perbuatan itu tak lepas dari keadaan batin, yang tentu saja berlandaskan pengetahuan. Jika seseorang mempunyai pengetahuan ilmu agama kemudian ditanamkan dalam hati, maka setiap gerak langkah akan tampak baik. Maka sedikit amal yang dilakukan oleh orang yang keadaan hatinya baik, maka hal itu lebih utama dari pada amal yang banyak oleh orang yang pengetahuan agamanya rendah. Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah SWT dan tetap iman islam fidunnya wal Akhirat.

Saling mengingatkan dalam hal-hal kebaikan. mari kita berjalan bersama menuju mardhotillah. Bahagia di Duni dan Bahagia juga di Akhirat.

-<( kimangli )>-

Advertisements

One comment on “Bila HATI Baik, Perilaku turut Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s