Mutiara Kata untuk Hari ini

Manusia hidup tanpa kepemilikan dan kebisaan. Pada dasarnya manusia tidak mempunyai apa-apa dan tak bisa apa-apa. Semua benda atau wujud duniawi yang diakui sebagai miliknya, adalah barang titipan. Pada akhirnya, manusia tidak mempunyai apa-apa selain kekosongan

Ya mungkin mutiara kata ini yang pas buat suasana hati saya hari ini.  apa yang saya punya adalah semua hak Alloh swt. jadi intinya kita ndak usah takut kehilangan harta, jabatan, uang, wanita dsb. karena semua yang ada itu hanya titipan. tak usah takut tuk berbuat, berhijrah tuk menjadi lebih baik.

TETAP SEMANGAT !!!

mari bersama-sama saling mengingatkan dalam hal kebaikan. kita gapai kejayaan nusantara di era ini. jadikan negeri ini yang gemah ripah loh jinawi.

-<( kimangli )>-

Advertisements

Situs Watu Guling Desa Datar Kec. Sumbang

Situs Watu Guling terdapat di Desa Datar, Kec. Sumbang di sebelah selatan pemakaman umum Desa Datar. Dinamakan situs Watu Guling, menurut cerita masyarakat setempat batu tersebut berasal dari pegunungan daerah selatan yang ditendang oleh Bima dan jatuh berguling – guling  dan berhenti  di daerah yang datar yang kemudian dinamakan Desa Datar.

Sebenarnya situs tersebut merupakan tempat pemujaan arwah nenek moyang pada zaman prasejarah yang pada awalnya merupakan punden berundak  yang berorientasi ke arah utara selatan mengarah kepada gunung Slamet, dan diyakini sebagai tempat bersemayamnya para arwah nenek moyang, akan tetapi karena  pengaruh  alam  dan  ketidaktahuan masyarakat setempat, teras pertama dan kedua  sudah tidak ada  dan langsung menuju teras ketiga.
Peninggalan yang terdapat  pada situs tersebut antara lain :
– Batu Menhir 2 buah dengan ukuran masing – masing tinggi  137
cm dan garis tengah  42 cm.
Batu Lumpang ( pecah dan hilang 1/5 bagian ) 1 buah dengan ukuran tinggi 25 cm, garis tengah  46 cm dan ketebalan  4  cm.
Sedangkan luas keseluruhan situs adalah , panjang 5 m dan lebar 4 m. Pengelolaan pemeliharaan  ditangani oleh  Ny. Karsinah selaku juru pelihara. Kondisi situs masih asli  dan terpelihara. ( Ditulis kembali oleh Legono. S.Pd Pamong Budaya Sejarah Dinbudpar Kab. Banyumas)

Saya sempat berkunjung ke lokasi situs Watu Guling di desa Datar Kec. Sumbang. dan memang masyarakat di sekitar masih tetap menjaga kelestarian dan keaslian peninggalan leluhur tersebut. menurut warga sekitar situs watu guling rame di kunjungi orang pada malam jumat kliwon. mereka yang datang ke situ bermaksud bedoa kepada Tuhan YME agar keinginan dan cita2nya tercapai. menurut pengamatan saya batu2 tersebut memang terasa energinya dan di sekitar watu lumpang ada tempat untuk sesaji.

di lokasi situs watu guling juga terasa nyaman, sejuk damai karena memang lokasinya di pedesaan. saya pun sempat bersantai di dalam situs tersebut. saya kesitu bermaksud melihat dan ingin nguri2 budaya peninggalan leluhur. kebetulan saya ke tempat lokasi itu pada siang hari jadi tampak jelas terkena pantulan sinar matahari batu tersebut.

Walloohu ‘Alam bishowab.

mari bersama melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur.

mari bersama-sama saling mengingatkan dalam hal kebaikan. kita gapai kejayaan nusantara di era ini. jadikan negeri ini yang gemah ripah loh jinawi.

-<( kimangli )>-

Masjid Kajiwatu Tamansari Karanglewas Banyumas

kimangli : kajiwatu

Masjid  Batu (Watu) dikenal  oleh  masyarakat  sekitar  namanya  yaitu  MASJID  KAJI  WATU. Nama  tersebut  tidak  asing  lagi  karena  yang  membuat  masjid  tersebut  adalah  seorang  tokoh  agama  didaerah  tersebut  yang  mempunyai  kelebihan  memecah  batu  sebesar  rumah  untuk  disulap  menjadi  sebuah  bangunan  masjid.  Dengan  kekuatan  doa-doanya  Mbah  Abdulah  Ngisa  namanya  mempunyai  keinginan  akan  membuat  tempat  ibadah  dari  batu  yang  ada  di  pekarangannya.

Mbah  Abdulah  Ngisa  waktu  kecilnya  bernama  Darsan  lahir   tahun   1850-an.  Setelah  naik  Haji  Darsan  berganti  nama  Abdulah  Ngisa,  untuk  mengingat  sejarah  pertama  kali  membelah  batu  di  waktu  sholat  Isa. Kaji watu juga bisa merarti mengaji di atas batu atau mempelajari ajaran-agama sambil duduk di atas batu.

Kondisi  batu  sebelum  dibuat  masjid  konon  kabarnya  sangat  angker  dan  banyak  penghuni  lelembut  yang  sering  mencelakakan  baik  hewan  maupun  manusia.

Di  suatu  saat  Mbah  Abdulah  Ngisa  kedatangan  tamu  seorang  ulama  dari  Buntet  Cirebon  yang  bernama  Kyai  Abbas,  bahwa  batu  ini  bisa  untuk  tempat  berlindung  pejuang  Indonesia  untuk  melawan  Belanda.  Tentara  Belanda  tidak  berani  menyerang  tentara  RI  yang  sedang  berlindung  di  sekitar  batu  yang  angker  tersebut.

Masjid Batu  asal mulanya adalah sebuah batu besar  kemudian dipecah oleh mbah Abdulah Ngisa sampai menjadi sebuah lantai. Pecahan batu ada yang dibuat tiang , dinding dan daun pintu. Dengan ketekunan mbah Abdullah Ngisa  pecahan pecahan batu itu disusun dan dibuat sebuah rumah ibadah yaitu Masjid Batu, yang artinya sebuah bangunan masjid yang dibuat serba batu.Kelebihan  pecahan batu sebagian untuk membangun rumah tinggalnya yang tidak jauh dari lokasi.  ( ditulis kembali oleh Karsono. Ama.Pd Pamong Budaya Kepurbakalaan Dinbudpar Kab. Banyumas)

Masjid  Batu  dikenal  oleh  masyarakat  sekitar  namanya  yaitu  MASJID  KAJI  WATU. Nama  tersebut  tidak  asing  lagi  karena  yang  membuat  masjid  tersebut  adalah  seorang  tokoh  agama  didaerah  tersebut  yang  mempunyai  kelebihan  memecah  batu  sebesar  rumah  untuk  disulap  menjadi  sebuah  bangunan  masjid.  Dengan  kekuatan  doa-doanya  Mbah  Abdulah  Ngisa  namanya  mempunyai  keinginan  akan  membuat  tempat  ibadah  dari  batu  yang  ada  di  pekarangannya.

Mbah  Abdulah  Ngisa  waktu  kecilnya  bernama  Darsan  lahir   tahun   1850-an.  Setelah  naik  Haji  Darsan  berganti  nama  Abdulah  Ngisa,  untuk  mengingat  sejarah  pertama  kali  membelah  batu  di  waktu  sholat  Isa. Kaji watu juga bisa merarti mengaji di atas batu atau mempelajari ajaran-agama sambil duduk di atas batu.

Kondisi  batu  sebelum  dibuat  masjid  konon  kabarnya  sangat  angker  dan  banyak  penghuni  lelembut  yang  sering  mencelakakan  baik  hewan  maupun  manusia.

Di  suatu  saat  Mbah  Abdulah  Ngisa  kedatangan  tamu  seorang  ulama  dari  Buntet  Cirebon  yang  bernama  Kyai  Abbas,  bahwa  batu  ini  bisa  untuk  tempat  berlindung  pejuang  Indonesia  untuk  melawan  Belanda.  Tentara  Belanda  tidak  berani  menyerang  tentara  RI  yang  sedang  berlindung  di  sekitar  batu  yang  angker  tersebut.

Masjid Batu  asal mulanya adalah sebuah batu besar  kemudian dipecah oleh mbah Abdulah Ngisa sampai menjadi sebuah lantai. Pecahan batu ada yang dibuat tiang , dinding dan daun pintu. Dengan ketekunan mbah Abdullah Ngisa  pecahan pecahan batu itu disusun dan dibuat sebuah rumah ibadah yaitu Masjid Batu, yang artinya sebuah bangunan masjid yang dibuat serba batu.Kelebihan  pecahan batu sebagian untuk membangun rumah tinggalnya yang tidak jauh dari lokasi.  ( ditulis kembali oleh Karsono. Ama.Pd Pamong Budaya Kepurbakalaan Dinbudpar Kab. Banyumas)

keberadaan masjid ini di desa tamansari kecamatan karanglewas sangat terawat. kunjungan saya ke masjid watu tersebut pada saat sholat maghrib. cuma terkendala air. di daerah ini cukup susah untuk mendapatkan air. untuk air wudhunya harus menimba air di sumur yang sangat dalam, dan sebenarnya juga ada air tuk yang di gunakan warga sekitar untuk berwudhu, mandi dan untuk mencuci.

untuk kegiatan pengajian dari pengamatan saya sepintas mungkin karena daerah/grumbul di situ warga nya sedikit atau bagaimana yang jelas pada saat itu jamaah sholatnya cuma di barisan soft depan sendiri, itu saja ndak penuh. dan saya perhatikan bada maghrib juga ndak ada kegiatan kajian Al-quran maupun kitab kuning di masjid tersebut. jamaah asyik berdzikir sendiri2…

Smoga keberadaan masjid ini tetap lestari dan menjadi paku penguat islam di wilayah banyumas satria ini.

mari bersama-sama saling mengingatkan dalam hal kebaikan. kita gapai kejayaan nusantara di era ini. jadikan negeri ini yang gemah ripah loh jinawi.

-<( kimangli )>-

Download Koleksi MP3 DEBU

Debu – Nyawa dan Cinta

Debu – 01 Nyawa Dan Cinta.mp3

Debu – 02 Agama.mp3

Debu – 03 Harta Dalam Puing.mp3

Debu – 04 Babun – Nikmat.mp3

Debu – 05 Kami Tak Keluar.mp3

Debu – 06 Hentakkanlah Kaki.mp3

Debu – 07 Tobat Berkali-Kali.mp3

Debu – 08 Sallallahu.mp3

Debu – 09 Dendang Sufi.mp3

Debu – 10 Kemerdekaan.mp3

Debu – Mabuk Cinta

Debu Mabuk Cinta – 01 Ampunilah Saya.mp3

Debu Mabuk Cinta- 02 Cinta Saja.mp3

Debu Mabuk Cinta – 03 Lautan Hatiku.mp3

Debu Mabuk Cinta – 04 Badan dan Hati.mp3

Debu Mabuk Cinta- 05 Insya Allah.mp3

Debu Mabuk Cinta – 06 Di Dalam Teman Kekasih.mp3

Debu Mabuk Cinta – 07 Asyik Nama Allah.mp3

Debu Mabuk Cinta – 08 Dari Timur Terbit Cahaya.mp3

Debu Mabuk Cinta – 09 Mustafa Ainul Waraa.mp3

Debu Mabuk Cinta – 10 Allah, Hati MemanggilMu.mp3

sumber : mp3-sholawat.blogspot

mari bersama-sama saling mengingatkan dalam hal kebaikan. kita gapai kejayaan nusantara di era ini. jadikan negeri ini yang gemah ripah loh jinawi.

-<( kimangli )>-