Wisata Religi Situs Tebet Madas Mayung

Dinamakan situs Tebet Madas Mayung menurut cerita masyarakat setempat situs tersebut berada di perbatasan desa dan bentuknya menyerupai payung dari batu padas. Situs tersebut sebenarnya merupakan dolmen yang bentuknya seperti meja batu berkakikan menhir yang berfungsi sebagai tempat sesaji dan pemujaan arwah nenek moyang serta di bawah / sekitarnya terdapat kubur batu. Di sebelah timur situs tersebut terdapat aliran sungai yang digunakan sebagai tempat bersuci pada masa prasejarah sebelum menuju tempat pemujaan arwah nenek moyang. Peninggalan yang terdapat di lokasi situs tersebut antara lain batu dolmen yang berbahan dasar batu andesit lebar 97 cm, panjang 101 cm, tebal 18 cm. Beberapa buah menhir kecil yang berfungsi sebagai sarana  pelengkap upacara ritual pemujaan arwah nenek moyang. Pengelolaan pemeliharaan situs tersebut dilakukan oleh Bapak Sudiro (perangkat Desa Sambirata) selaku juru pelihara. Kondisi situs masih asli dan terawatt (www.banyumaskab.go.id).

Untuk menuju lokasi situs Tebet Madas Mayung, dari pertigaan Losari Cilongok ke utara terus, melewati desa kali sari, sampai menuju Karang Tengah. Dengan arah lurus terus ke utara. Setelah sampai di desa karang tengah (balai desa) menuju ke utara melewati Legok, Masjid besar karang tengah dan sampai di perempatan yang mau menuju cipendok. Kemudian belok kanan menuju arah desa Sambirata. Akan di temui pemandangan alam yang cukup indah dan lingkungan desa yang ramah. Menyusuri jalan lingkungan yang sudah di aspal dan sampai ujung menyusuri persawahan di karang tengah dan sampai di dukuh madas mayung.

Lokasi situs tebet madas mayung lumayan jauh dari permukiman, dan memang jarang sekali terjamah oleh masyarakat. Situs itu berada di atas sawah dengan ketinggian yang lumayan. Peziarah atau yang ingin berdoa kepada Alloh swt di lokasi tersebut kebanyakan justru dari luar daerah, seperti Jakarta, bandung, Surabaya dan sebagainya. Menurut warga sekitar yang saya temui dan saya ajak ngobrol di aliran sungai cipendok menuturkan, bahwa lokasi itu cukup mistis. Jarang sekali yang melewati kesana kecuali karena ada maksud/hajat tertentu. Dan juru kuncinya pun tidak setiap hari ada hanya hari2 tertentu seperti malam jumat kliwon atau selasa kliwon atau hari yang di anggap perlu oleh yang punya hajat. Situs ini dilarang keras sebagai pemujaan, dan sarana syirik. Tidak boleh di situs ini untuk mencari kesugihan, kata warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya. Tempat hanya media untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya hanya menyampaikan dan semuanya terserah kepada keyakinan masing-masing.

<((Kimangli)))> :  nguri-uri budaya warisan leluhur Indonesia.

Mari kita saling mengingatkan dalah hal-hal kebaikan.

Bersama menuju kebahagiaan dunia dan akherat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s