menggali makna kehidupan yang hakiki

Hari kamis wage, malam jumat kliwon. saya keluar dari rumah. tanpa saya sadadri dan saya pikirkan ternyata saya berjalan ke rumah seseorang yang buat saya adalah motivator. saya sendiri pun bingun mengapa begitu kuat tarikan getaran itu sehingga saya tanpa pikir panjang segera ke rumah sahabat saya itu. sampai di sana ketemu dengan wajah yang legowo… dengan tanpa basa-basi saya kesini mau menemui sampean… tapi saya ndak tau untuk apa saya menemui sampean… yah… inilah terkadang susah untuk di jabarkan dan di jelaskan.

tak lama kemudian sahabat saya mengajak saya untuk manakib yasin bersama jam’iyatul mukarromah. sontak saya terasa ingin ikut manakib tsb. entah apa yang mendorong saya untuk mengikutinya tapi sebenarnya saya dah cukup lama ndak mengikuti manakib tersebut.

segera saya menuju ke rumah pimpinan jam’iyatul Mukaromah tersebut. tak berapa lama orang2 berkumpul tepat berjumlah sembilan orang. sembilan angka yang sangat misteri buat saya. acara pun di mulai manakib yasin.

lah disini lah terjadi perang batin dalam diri saya… sebenarnya untuk apa sich hidup saya ini ? apakah mencari ilmu ? mencari harta ? mencari kekayaan…..

bergejolak hati ini. ya entah apa, pikiran tersebut senantiasa membayangi setiap langkahku…

>  Hidup ini untuk beribadah kepada Alloh, Tapi hakikatnya Alloh tidak butuh ibadah kita. Namun ternyata kita yang Butuh Alloh SWT.

>  Hidup ini untuk mencari ilmu, ilmu yang bagaimanakah ? ilmu pengetahuan, agama, atau ilmu lainnya…  Hakikatnya ilmu itu untuk Diamalkan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk di sembunyikan.

> Hidup ini untuk mencari Harta, untuk apa harta itu ??? harta itu sebenarnya hanya titipan Alloh semata, dan sudah Pasti kalo Titipan itu akan di Ambil oleh yang Punya. Hakikatnya Harta itu di gunakan untuk hidup demi kebahagiaan umat. dan setiap harta itu ada bagian dari orang2 miskin dan fakir. Jadi Marilah kita Berbagi …

Semakin banyak pikiran2 itu bergejolak dalam jiwaku… tapi secara umum saya simpulkan bahwasannya Hidup itu mencari Kebahagiaan (Cinta/Kasih/sayang) Baik di Dunia dan Akhirat.

Kita wajib berikhtiar bekerja, tapi kita pun harus sadar bahwa rezeki itu Alloh yang mengatur.

Kita wajib belajar, mencari ilmu namun yang berhak memberi pemahaman berupa ilmu tidak lain hanya Alloh semata. dapat dengan mudah Alloh menghilangkan ilmu dari kita.

Menikmati Hidup, Mensyukuri Hidup, Menjalani Hidup dengan Sebaik-baiknya itulah mungkin yang perlu kita lakukan…

mari bersama-sama saling mengingatkan dalam hal kebaikan. kita gapai kejayaan nusantara di era ini. jadikan negeri ini yang gemah ripah loh jinawi.

-<( kimangli )>-