Belajar Olah Rasa dg Kendaraan

Bicara mengenai ilmu rasa, banyak orang jawa yang bilang bahwa ilmu rasa itu ilmu yang tingkat tinggi, karena butuh kepekaan dan begitu halusnya. namun sebagai generasi muda yang masih sangat sedikit sekali ilmu, ku tetap belajar mencari dan terus mencari untuk mendapatkan ilmu Tuhan. karena begitu banyaknya ilmu yang ada ibaratya orang alim menggambarkan ilmu dunia itu hanya setetes dari air yang ada di lautan jika di bandingkan dengan ilmu Tuhan YME (Alloh SWT).

Sebagai manusia, tentunya kita harus tetap berusaha menkahi ilmu2 Tuhan (Alloh Swt) baik melalui Kitab Suci, Para Leluhur yang sangat baik budi pekerti , alim ulama dan terutama Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak di jagad raya ini.

bicara mengenai perjalanan di kendaraan, sebenarnya tanpa kita sadari sudah menggunakan alam rasa dalam berkendara. mungkin bagi yang masih baru belajar motor, maka masih tergantung dengan perhitungan matematika, masih mengutamakan pikiran. tapi ketika sudah terbiasa maka rasa yang berperan di dalam mengendarai sebuah kendaraan.

bagaimana pengaruh ilmu getaran atau ilmu rasa itu ketika kita di perjalanan??…  sebenarnya orang yang telah menundukan nafsu dirinya, maka ia bisa menggunakan ilmu rasa dalam mengendarai kendaraan. dan hakekatnya justru yang mengatur gerakan itu adalah pengguna kendaraan lain baik yang searah maupun yang berlawanan. ketika rasa itu di bangkitkan, maka kita bisa menikmati saat berkendara, dan kecepatanpun menyesuaiakn dengan alam sekitar baik arus searah maupun arus yang belawanan. maka tidak heran jika orang yang punya rasa lebih tinggi atau getaran lebih besar bisa mempengaruhi sekitarnya baik pengendara lain maupun orang di jalan bahkan tidak heran jika bisa mengatur agar lampu lalu lintas berwarna hijau.

di dunia ini ndak ada yang kebetulan tapi sudah ada ketetapan, dan manusi boleh menentukan ketetapan serta membuat konsep2 kehidupan tapi semuanya tergantung kekutan yang Maha Dahsyat, Tiada Lain ialah Kekuatan Tuhan Yang Maha Esa sang Maha Raja di Raja... http://www.kimangli.co.cc

Semoga Bermanfaat ulasan yang singkat ini, dan mari jadikan bumi nusantara ini menuju kejayaan nusantara layaknya kejayaan di jaman majapahit..

Advertisements

Olah rasa / olah getaran

Ketika kita bersentuhan dengan orang lain tentunya ndak selamanya membawa hawa/energi positif, terkadang ketika bertemu dengan sahabat/teman kita bisa merasa nyaman ataupun bisa merasa ndak enak, ndak nyamann untuk menemuinya. Apa sebenarnya penyebabnya ??? saya tidak meneliti karena saya bukan peneliti, dan saya tidak mengamati secara terus menerus karena saya buka pengamat. Namun saya rasakan dengan hati ternyata tergantung keadaan kondisi orang lain itu. Ketika keadaan stabil/normal banyak energi postif maka ketika kita bertemu pun rasanya akan enak, hati kita ndak sakit. Namun ketika  kondisi orang lain sedang down maka hawa/rasa nya ndak begitu enak. Bisa kita perbandingkan dengan ketika kita berada di alam terbuka yang masih natural  sangat sedikit orang yang kurang baik maka hawanya akan terasa begitu indah dan nikmat. Karena suasana alam tersebut masih supranatural.

Di sinilah ketika kita bisa mengolah energi/rasa/hawa tersebut agar senantiasa positif dan memberikan efek yang baik pada orang lain. Semakin besar energi positif yang kita pancarkan semakin besar pula getaran yang timbul dari efek diri kita. Dari getaran ini lah yang banyak di manfaatkan oleh ahli hikmah. Semakin besar orang memiliki getaran maka banyak yang tertarik untuk mendekat untuk hanya sekedar bertemu, menyapa atau bahkan mungkin konsultasi tentang dirinya.

Begitu pentingnya kita untuk belajar mengolah rasa agar menjadikan hidup kita lebih bahagia dan tentunya lebih terarah menuju tujuah hidup kita.

<((Kimangli)))> :  nguri-uri budaya warisan leluhur Indonesia.

Mari kita saling mengingatkan dalah hal-hal kebaikan.

Bersama menuju kebahagiaan dunia dan akherat.